Isi Artikel Utama

Raehanah
Ahmad Fahrul Riadi

Abstrak

NTB menjadi salah satu dari tiga provinsi  dengan Indeks Dimensi Kecakapan terendah. Desa Barabali sebagai salah satu wilayah yang berada di Lombok Tengah memiliki permasalahan yang sama. Rendahnya literasi masyarakat disebabkan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah juga. Kebiasaan masyarakat yang tidak gemar membaca menjadikan mereka minim literasi. Anak-anak maupun remaja lebih suka menggunakan internet untuk hiburan daripada membaca ilmu pengetahuan. Oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan literasi sejak dini yaitu masa anak-anak. Pengabdian dilakukan dalam tiga tahapan yaitu observasi, sosialisasi, dan implementasi. Observasi untuk mengetahui kondisi masyarakat terkait tingkat literasi dan sarana prasarana pendukung. Sosialisasi bertujuan mengenalkan masyarakat terkait program yang dilakukan dan memaparkan pentingnya membaca ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Tahap implementasi mencakup kegiatan-kegiatan yang diakukan seperti membaca cerita dan dongeng, menggambar, membuat origami, dan lain-lain. Dari hasil kegiatan yang diakukan, pojok baca masyarakat bisa menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku. Pengaktifan kembali pojok baca masyarakat yang ada di Desa Barabali membuat anak-anak antusias mengikutinya

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Raehanah, R., & Fahrul Riadi, A. . (2023). Meningkatkan literasi anak-anak desa Barabali melalui program pojok baca masyarakat. Participative Journal: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 26–35. https://doi.org/10.55099/participative.v3i1.67
Bagian
Artikel (Peer Reviewed)

Referensi

Astuti, T. P. (2014). Perbedaan literasi emergen anak taman kanak-kanak di daerah perkotaan dan pinggiran. Jurnal Psikologi, 13(2), 107-119.

Data Desa Barabali. (2022). https://barabali.desa.id/. Diunduh pad Tangga 26 Maret 2023.

Hairiyah, S., & Mukhlis. (2019). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Permainan Edukatif. Jurnal Kariman, 7(2), 265–282.

Kemendikbud. (2019). Indeks Aktivitas Literasi Membaca 34 Provinsi. “Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Isyanti, D. (2013). Model pembelajaran membaca menulis dan berhitung (calistung). Jurnal Pendidikan, 10(1), 1-18.

Lalu Junaidi.(2022). Wawancara KKP.

Maulida, R. R. (2017). Peran Pojok baca masyarakatan Masyarakat (TBM) Warabal dalam Mengembangkan Minat Baca Anak Melalui Pendar dan Dongeng.

Purwanto, Aris. (2018). Edukasi Literasi Anak Di Dusun Jayan Melalui Pojok baca masyarakat Masyarakat Panggon Sinau. Skripsi. Universitas Muhamadiyah Surakarta.

Respitawulan, Nurul Afrianti, Y., & Permanasari, U. (2014). Konstruksi Origami Sebagai Strategi Pembelajaran matematika Untuk anak usia Dini. Prosiding SNaPP2017 Sosial, Ekonomi, Dan Humaniora, pISSN 2089-3590 | eISSN 2303-2472, 120–126

Ruhaena, L. (2015). Model multisensori: solusi stimulasi anak pra sekolah. Jurnal Psikologi, 42(1), 47-60.

Safitri, W. U. (2013). Upaya pengelolaan pojok baca masyarakat masyarakat dalam meningkatkan minat baca masyarakat (studi deskriptif pada anggota pojok baca masyarakatan masyarakat di skb kersana kecamatan kersana kabupaten brebes). Jurnal of Non Formal Education and Communication Empowerment, 2(2), 22-29.

Silaen, Y., & Hasfera, D. (2018). Membangun generasi literat masyarakat pesisir pantai: gerakan literasi “Tanah Ombak.” Shaut Al-Maktabah, 10(2), 103–118

Taufan. (2020). NTB Krisi Literasi. LPW NTB. https://www.lpwntb.or.id/ntb-krisis-literasi/. Diunduh pada Tanggal 5 Maret 2023.