Isi Artikel Utama

Hajir Tajiri
Lilis Satriah

Abstrak

Pada fase usia remaja santri kerap muncul sejumlah masalah, hal tersebut tidak dapat terlepas dari perubahan-perubahan dari dalam dirinya dan juga faktor lingkungan yang membesarkannya. Pengabdian memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan pembimbing dan konselor pesantren dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling perkembangan yang berbasis nilai-nilai ajaran Islam kepada santri. Secara metodologis pengabdian masyarakat ini memilih model service learning, dimana yang terlibat antara lain: mahasiswa yang mengikuti perkuliahan mata kuliah konseling perkembangan, dosen mata kuliah konseling perkembangan, unit layanan bimbingan konseling sekolah, para pembimbing dan pengasuh santri serta para santri di pesantren. Temuan pengabdian terkait kecerdasan moral santri menunjukkan masih cukup banyaknya santri yang kecerdasan moralnya terkategori rawan/bermasalah, teridentifikasi dari suara hati kurang tajam sehingga bingung membedakan mana yang benar dari yang salah, kepekaan untuk melakukan hal baik, kurang mampu menghindar dari yang salah, kemampuan alternatif perilaku terbaik atas situasi pilihan buruk. Pelatihan konseling diberikan kepada pengasuh madrasah dan pesantren meliputi materi kecerdasan moral serta cara konseling yang baik melalui ceramah, diskusi dan juga simulasi. Simulasi juga diberikan dengan melibatkan para mahasiswa yang juga telah dibekali kemampuan konselingnya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Tajiri, H. ., & Satriah, L. . (2023). Revitalisasi Peran Unit Bimbingan Dan Konseling Dalam Mendorong Pengembangan Diri Santri Di Pesantren Ulumul Quran Sumedang. Participative Journal: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 54–75. https://doi.org/10.55099/participative.v3i2.114
Bagian
Education (Peer-Reviewed)

Referensi

Afandi, A. dkk. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat. Jakarta: Direktorat

Pendidikan Tingga Agama Kemenag RI.

Alfazani, M.R. & Khoirunisa, D. (2021) dalam tulisannya “ Faktor Pengembangan Potensi Diri: Minat/ Kegemaran, Lingkungan dan Self- Disclosure”. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, Vol 2(2), 2021,

Amelia, D.P. dkk ( ) Metode Sosiodrama sebagai Sarana dalam Menumbuhkan Kesadaran Toleransi Siswa di Sekolah Dasar. JURNAL BASICEDUJilid 5 Nomor 6 Tahun 2021 Halaman 5624 – 5630

Bhakti, C. P. (2015). Bimbingan Konseling Komprehensif dari Paradigma menuju Aksi. Jurnal Fokus Konseling Volume 1 No. 2, Agustus 2015 Hlm. 93-106

Erford, B.T. (2019).40 Teknik yang harus diketahui setiap konselor. Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jahya, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.

Gerdard, K. (2015). Membantu Memecahkan Masalah Orang Lain dengan Teknik Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hasan, A.B.P. (2008). Psikologi Perkembangan Islami. Jakarta: Rajawali Press.

Hurlock, E. B. (1990). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan dalam Suatu Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Khamim Zarkasih Putro. , Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. APLIKASIA, Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 17(1), 2017.

Lesmana, J. M. (2013), Dasar-dasar Konseling. Jakarta: UI Press

Mappiare, A. ( 2006). Kamus Istilah Konseling dan Terapi. Jakarta: Rajawali Press

Nurihsani, A.J. (2006), Bimbingan Konseling Komprehensif dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.

Robiansyah (2020). Pengembangan Diri: Strategi Membangun Pribadi Produktif.

Bogor: Dandelion.

Santrock, J.W.. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja. Gelora Aksara Pratama.

Sukmadinata, N. S. (2007). Bimbingan dan Konseling dalam Praktik.

Bandung: Maestro

Soenaryo Kartadinata dkk.(2008). Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Depdiknas.

Sofa Nabila (2022). Perkembangan Remaja (Adolescence). Jawa Timur: Universitas Jember.

Sukmadinata, N.S. (2007). Bimbingan dan Konseling dalam Praktek Mengembangkan Potensi dan Kepribadian Siswa. Bandung: Maestro.

Ulfiah. Hakikat Perkembangan dalam Konseling. Psy mpathic, Jurnal Ilmiah Psikologi Pendidikan dan Perkembangan 2009, Vol. I, No.1: 87 – 96

Yusuf LN, S. (2009). Rogram Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Rizki.

Westbrooks, D. (2007). An Introduction to Cognitive Behavior , Skill nd Aplicatin. Los Angeles: Sage Publication..

Hidayat, K. & Widigdo, R.J. (tt ) Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Playing untuk Mengurangi Kecemasan Siswa SMK menghadapi Wawancara Kerja. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Tukhareli, N. Biblioterapi di Lingkungan Perpustakaan: MenjangkauPemuda Rentan. Kemitraan: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Kanada Praktek dan Penelitian, vol. 6, tidak. 1 (2011)

Zulfriadi Tanjung dan Sinta Huri Amelia (2017), dalam tulisannya Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Siswa. JRTI Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 2(2), 2017, 1-4.